Oil surged nearly 4% as Iranian bill targeting Hormuz transit reignites supply fears
Global crude benchmarks rebounded sharply on Thursday, snapping a two-day sell-off as fresh legislative threats out of Tehran against commercial transit through the Strait of Hormuz reignited geopolitical risk premiums.
Brent NYMEX
Harga acuan minyak bumi global melonjak tajam pada hari Kamis, mengakhiri aksi jual selama dua hari berturut-turut setelah munculnya ancaman legislasi baru dari Teheran terhadap pelayaran komersial melalui Selat Hormuz yang kembali memicu risiko geopolitik.
Minyak bumi Brent naik US$3,04, atau 3,83%, menjadi ditutup US$82,49/barel. Sementara itu, minyak bumi West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$2,07, atau 2,75%, ditutup US$77,29/barel.
Pembalikan harga tajam itu dipicu laporan sebuah komite parlemen Iran sedang mengkaji rancangan undang-undang yang melarang kapal milik Amerika Serikat, Israel, serta kapal lain yang ditetapkan sebagai pihak "bermusuhan" melintasi Selat Hormuz. Berdasarkan rancangan itu, kapal yang tidak mematuhi aturan akan dikenakan denda hingga 20% dari total nilai muatannya.
Rancangan kebijakan itu efektif menghapus optimisme pasar yang sebelumnya muncul setelah adanya kemajuan diplomatik dimediasi oleh Oman, sehingga memaksa pasar future kembali memperhitungkan risiko terjadinya hambatan serius terhadap lalu lintas fisik di Selat Hormuz, jalur pelayaran paling strategis bagi perdagangan minyak bumi dunia.
Written by: Aiman Haikal
