EIA: US crude inventories tighten further as exports remain healthy and refiners sustain near-95% utilisation
The decline came as buyers in Asia and Europe continued seeking alternatives to Middle Eastern crude and refined products disrupted by the ongoing Iran war, now entering its fourth month.
Brent NYMEX
Stok minyak bumi komersial AS turun sebesar 8,0 juta barel pada pekan yang berakhir 29 Mei, hampir dua kali lipat dari ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan sebesar 4,0 juta barel. Penurunan ini didorong kuatnya permintaan ekspor dan tingginya tingkat utilisasi kilang yang memperketat pasokan lokal, meskipun impor mengalami kenaikan tajam. Penurunan tersebut terjadi ketika pembeli di Asia dan Eropa terus mencari alternatif terhadap minyak bumi dan produk olahan asal Timur Tengah yang terganggu akibat perang Iran yang kini telah memasuki bulan keempat.
Stok minyak bumi turun menjadi 433,7 juta barel, sekitar 3% di bawah rata-rata musiman lima tahun, sementara stok di wilayah Pantai Teluk AS berkurang sebesar 6,7 juta barel. Kilang berproduksi pada tingkat kapasitas 94,7%, salah satu yang tertinggi tahun ini, sementara produksi minyak bumi lokal tetap stabil di level 13,7 juta barel per hari.
Mendukung penurunan itu, ekspor minyak bumi AS naik menjadi 5,9 juta barel per hari, level mingguan tertinggi kedua dalam sejarah. Impor bersih minyak bumi turun 249.000 barel per hari meskipun impor bruto meningkat 1,2 juta barel per hari menjadi 6,4 juta barel per hari, mencerminkan kuatnya arus ekspor seiring semakin banyak pembeli internasional beralih ke minyak bumi asal AS.
Penurunan stok ini menjadi semakin signifikan karena pelepasan cadangan dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) terus berlanjut. Stok SPR turun lagi sebesar 8 juta barel ke level terendah sejak Januari 2024 sebagai bagian dari program berkelanjutan yang bertujuan meredakan tingginya harga minyak. Demikian total stok minyak bumi komersial dan SPR gabungan turun sekitar 16 juta barel selama minggu itu. Sejak dimulainya konflik AS-Israel dengan Iran pada 28 Februari, total stok minyak bumi AS menyusut hampir 64 juta barel.
Sektor produk olahan menunjukkan gambaran kurang mendukung. Total stok bensin naik 3,4 juta barel menjadi 215 juta barel, berlawanan ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan sebesar 500.000 barel. Sementara stok distilat meningkat 1,5 juta barel menjadi 102,3 juta barel, berlawanan dengan perkiraan penurunan sebesar 300.000 barel. Kenaikan stok ini mencerminkan tingginya output kilang serta melemahnya konsumsi bahan bakar setelah periode libur Memorial Day.
Indikator permintaan mingguan juga melemah, total produk yang disalurkan ke pasar, sebagai indikator konsumsi bahan bakar, turun 610.000 barel per hari menjadi 20,33 juta barel per hari. Meski tren permintaan keseluruhan masih cukup konstruktif, rata-rata empat minggu produk yang disalurkan mencapai 20,4 juta barel per hari, naik 3,0% dibanding periode sama tahun lalu.
Written by: Farid Muzaffar
- [FREE] EIA: US crude inventories post smaller-than-expected draw as Iran war continues to roil global oil trade dynamics
- [FREE] Global balances tightened further as EIA extends maritime blockade timeline and multi-million-barrel deficits compound
- [FREE] EIA: Oil stocks sink as Iran conflict continues to drive stronger export-led draw
