Morning Briefing - 24 Feb. 2026
CommoPlast
Morning Briefing
24 February 2026
Brent: $71.49 (- $0.27)
WTI: $66.31 (- $0.17)
Naphtha CFR Japan: +$3
Ethylene CFR NEA: Stable
Ethylene CFR SEA: Stable
Propylene FOB Korea: Stable
Propylene CFR China: Stable
*Data represent closing prices of the previous trading day
……………………………………………………………….
Produsen Indonesia menaikkan harga PP, namun konverter (manufaktur) menolak di tengah melemahnya permintaan Ramadan
Pasar polimer Indonesia membuka minggu ini dengan niat produsen yang kuat, namun tindak lanjut dari sektor downstream masih terbatas, setelah salah satu pemasok lokal utama menaikkan penawaran PP sambil menahan harga PE efektif 21 Februari. Revisi kenaikan itu dikaitkan pasokan regional lebih ketat, meskipun minat beli tetap lesu di tengah meredanya permintaan Ramadan-Raya.
PP menghadapi resistensi paling nyata karena distributor sebagian besar menahan harga tidak berubah, beralasan kesulitan meneruskan kenaikan harga resin kepada pelanggan kontrak, sementara konverter (manufaktur) memprioritaskan pengurangan stok. Pembeli semakin beralih ke impor, di mana paritas harga kompetitif membatasi ruang kenaikan lokal. Pasokan impor dengan harga menarik terus menjadi dasar ekspektasi pasar dan membatasi kemampuan produsen menerapkan kenaikan berkelanjutan. Gangguan produksi regional juga memberikan dukungan fundamental, namun tanpa pemulihan signifikan dalam konsumsi downstream, kenaikan harga lebih luas tampak terbatas dalam waktu pendek.
……………………………………………………………….
Tingkat utilisasi tinggi di LSP membentuk ulang dinamika pasokan poliolefin regional
Long Son Petrochemical (LSP) Vietnam kembali menempati posisi dominan di pasar poliolefin Asia Tenggara, berproduksi pada tingkat kapasitas relatif tinggi setelah penghentian selama 10 bulan yang berakhir pada pertengahan Agustus 2025. Sambil menahan pangsa pasar melalui tingkat produksi agresif di tengah permintaan melemah, peningkatan produksi itu sangat memengaruhi kinerja keuangan induknya, SCG Chemicals. Perusahaan melaporkan kerugian pada kuartal IV yang diperparah depresiasi terkait restart, namun berhasil kembali mencatat laba bersih tahunan pada 2025. Pemulihan ini membalikkan defisit parah pada 2024, didorong penghematan restrukturisasi dan berkurangnya beban stok, meskipun margin PE stagnan dan pelemahan margin PP memperlihatkan tingkat utilisasi sudah melampaui daya dukung harga regional.
___________________________________________________________________
Ikuti kami di Kanal Telegram Resmi CommoPlast untuk informasi lebih lanjut: https://t.me/commoplast
Your empowering market insight site.
