CommoPlast

Oil tugged both ways: Brent eased while WTI jumped on larger-than-expected inventory draw

Global crude benchmarks diverged on Thursday, with Brent edging lower as investors weighed potential US sanctions relief against escalating Middle East tensions, while US West Texas Intermediate (WTI) rallied on a sharper-than-expected draw in US crude inventories.


Brent  NYMEX 


Acuan minyak bumi global bergerak berlawanan arah pada Kamis, Brent sedikit melemah ketika investor mempertimbangkan potensi pelonggaran sanksi AS di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS menguat setelah penurunan stok minyak bumi AS yang lebih tajam dari perkiraan. 

BENCHMARK

SETTLE (US$/BBL)

CHANGE (US$)

CHANGE (%)

TREND

Brent

ICE, active front-month (Dec)

105.92

-0.14

-0.13%

▼DOWN

WTI

NYMEX, front-month

97.97

+2.88

+3.03%

▲ UP

Settlement prices for Thursday, 15 October 2026. Change versus previous settlement.

 

BRENT

Potential US sanctions relief raised the prospect of improved oil flows.

WTI

A much larger-than-expected US crude inventory draw drove a 3% rally, partly reflecting lower imports and hurricane-related production disruptions.

Harga minyak bumi Brent bertahan di sekitar $106 per barel pada Kamis karena potensi pelonggaran sanksi AS meningkatkan prospek membaiknya arus minyak bumi, sementara meningkatnya permusuhan di Timur Tengah mempertahankan premi risiko geopolitik di pasar. Penurunan stok minyak bumi AS yang lebih besar dari perkiraan memberikan dukungan tambahan, meskipun upaya untuk melepas stok minyak bumi darurat menjadi faktor penyeimbang terhadap kekhawatiran pasokan.

WTI bergerak mendekati level $100/barel, didukung penurunan stok minyak bumi AS sebesar 8,6 juta barel untuk pekan yang berakhir pada 9 Oktober. Penurunan itu jauh melampaui ekspektasi analis yang memperkirakan penurunan sebesar 288.000 barel, sehingga membawa stok ke level 415,6 juta barel, menurut US Energy Information Administration (EIA).

Washington sedang mempertimbangkan pelonggaran pembatasan terhadap kapal tanker yang sebelumnya dikenai sanksi agar minyak bumi yang diperdagangkan secara legal dapat bergerak lebih leluasa, kata seorang pejabat AS. Pembahasan itu mengikuti pencabutan sementara sanksi oleh Presiden Donald Trump terhadap bahan bakar diesel Rusia untuk menekan lonjakan harga global. Namun, US Department of Energy menyatakan bahwa setiap pelonggaran yang melibatkan apa yang disebut sebagai armada bayangan tidak akan memfasilitasi pengiriman minyak bumi atau produk minyak bumi Rusia, sehingga membatasi potensi cakupan kebijakan tersebut.

Serangan baru terhadap pelayaran komersial di sekitar Selat Hormuz membuat keamanan pasokan tetap menjadi perhatian utama. Sebuah kapal kontainer dan sebuah kapal pengangkut curah kering tenggelam di dekat jalur perairan tersebut setelah masing-masing terkena serangan proyektil, menurut pejabat maritim pada Rabu. Serangan meningkat selama 10 hari terakhir ketika Iran meningkatkan responsnya terhadap blokade AS atas pelabuhan-pelabuhan Iran dan sanksi yang lebih ketat. 

Written by: Farid Muzaffar