|
Oil slid 2% on US–Iran truce talks and prospective US fuel export curbsGlobal crude futures fell roughly 2% on Friday, pressured by hopes of a phased US–Iran diplomatic agreement and speculation over potential US diesel export curbs, ending a volatile week marked by a sharply widening Brent–WTI spread. |
|
Kontrak future minyak bumi global turun sekitar 2% pada Jumat, tertekan harapan tercapainya kesepakatan diplomatik AS–Iran bertahap dan spekulasi mengenai potensi pembatasan ekspor diesel AS, mengakhiri minggu volatil dan ditandai pelebaran tajam spread Brent–WTI.
|
BENCHMARK |
SETTLE (US$/BBL) |
CHANGE (US$) |
CHANGE (%) |
TREND |
|
Brent ICE, front-month |
104.32 |
-2.28 |
-2.1% |
▼ DOWN |
|
WTI NYMEX, front-month |
92.41 |
-2.20 |
-2.3% |
▼ DOWN |
|
Settlement prices for Friday, 25 September 2026. Change versus previous settlement. |
||||
|
BRENT Rose less than 1% for the week |
WTI Plunged nearly 8% for the week |
Tekanan jual meningkat setelah laporan mengungkapkan negosiator AS dan Iran di New York sedang menjajaki kerangka kerja bertahap untuk membuka kembali Selat Hormuz sebagai imbalan atas pencabutan blokade ekonomi Washington. Sentimen logistik didukung arus pengiriman melalui laut yang stabil, pengiriman minyak bumi melalui Hormuz mencapai 33.7 juta barel dalam sepekan.
WTI tertinggal dari Brent karena spekulasi mengenai potensi larangan ekspor diesel AS selama 90 hari memicu kekhawatiran bahan bakar lokal yang tertahan akan memaksa kilang AS produksi minyak bumi, sehingga menyeret kontrak future bensin AS turun 4%.
Namun, penurunan harga tertahan serangan Houthi yang berlanjut terhadap Arab Saudi dan serangan drone untuk sementara menghentikan produksi kilang Novoshakhtinsk Rusia, sehingga menahan dasar tinggi pada crack produk olahan dan menjaga tekanan kenaikan harga bahan baku berkelanjutan pada cracker petrokimia.
Written by: Aiman Haikal