CommoPlast

Ukrainian drone strike halts Sibur's Tobolsk complex; Russian LPG exports squeezed

Global liquefied petroleum gas (LPG) and downstream polyolefin markets face immediate upward pricing pressure following the indefinite shutdown of Russia's largest petrochemical complex, ZapSibNeftekhim, due to a long-range Ukrainian drone strike.



Pasar global liquefied petroleum gas (LPG) dan poliolefin downstream menghadapi tekanan kenaikan harga langsung setelah penghentian produksi tanpa batas waktu di kompleks petrokimia terbesar Rusia, ZapSibNeftekhim, akibat serangan drone jarak jauh Ukraina.

Gangguan pasokan tiba-tiba itu secara struktural memperketat volume ekspor Rusia, yang fundamental meningkatkan batas bawah harga regional baik di jalur perdagangan lokal maupun Asia.

Serangan terhadap fasilitas yang dioperasikan SIBUR di Tobolsk, wilayah Tyumen, terjadi pada Senin, 10 Agustus 2026. Pesawat tanpa awak menghantam unit fraksinasi gas utama di fasilitas itu, berlokasi sekitar 2.200 kilometer dari perbatasan Ukraina, memaksa penghentian total produksi sementara para spesialis menilai tingkat kerusakan struktural.

Data pasar lebih terperinci terlihat dampak penularan pasokan parah. ZapSibNeftekhim memproduksi sekitar 6 juta ton metrik LPG per tahun, setara 40% dari total produksi Rusia, serta memiliki kapasitas polimer sebesar 2,5 juta ton metrik. Dampak langsung mencakup penghentian penjualan campuran propana-butana teknis sebesar 4.000 ton per hari di Saint Petersburg International Mercantile Exchange (SPIMEX).

Selain karena setengah dari gas yang difraksinasi di fasilitas itu dikonsumsi internal sebagai feedstock, penghentian produksi yang berkepanjangan tidak dapat dihindari akan merambat menjadi penghentian produksi secara paksa di berbagai lini petrokimia downstream yang terintegrasi di fasilitas itu.


Written by: Aiman Haikal