|
Official data: China factory expansion holds as Middle East-related disruptions fuel export surge despite domestic slowdownChina’s manufacturing sector extended its expansion for a second consecutive month in April, supported by firmer production and a short-lived boost in external demand as exporters rushed shipments amid rising Middle East tensions. |
|
Sektor manufaktur China memperpanjang ekspansi dua bulan berturut-turut pada April, didukung produksi yang menguat serta dorongan waktu pendek dari permintaan eksternal ketika eksportir mempercepat pengiriman di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
PMI manufaktur resmi turun tipis menjadi 50,3 dari 50,4 pada Maret, namun tetap berada di atas batas 50 dan lebih baik dari ekspektasi 50,1.
Momentum produksi meningkat, indeks produksi naik ke 51,5, naik 0,1 poin persentase bulanan, menandakan percepatan moderat dalam aktivitas pabrik. Pesanan baru turun menjadi 50,6, turun 1 poin, tetapi masih berada di wilayah ekspansi, terlihat permintaan melambat namun tetap relatif tangguh.
Permintaan eksternal menjadi penopang utama, pesanan ekspor baru naik ke 50,3, level tertinggi sejak April 2024. Hal ini terlihat adanya percepatan pengiriman (front-loading) pembeli luar negeri yang berupaya mengamankan pasokan sebelum potensi kenaikan harga terkait risiko geopolitik Timur Tengah.
Namun, sinyal stok melemah, stok bahan baku masih berada dalam zona kontraksi meskipun ada sedikit perbaikan bulanan, mencerminkan perilaku restocking berhati-hati di kalangan produsen.
Di luar sektor manufaktur, momentum semakin melemah. PMI non-manufaktur turun menjadi 49,4 pada April dari bulan lalu, masuk lebih dalam ke zona kontraksi seiring melemahnya aktivitas jasa dan konstruksi, menyoroti ketidakseimbangan permintaan lokal meskipun ada dukungan dari sisi ekspor.
Written by: Farid Muzaffar
Country
China