CommoPlast

Oil climbed over 1% as US maritime advisory reignites Strait of Hormuz fears

Global crude oil prices settled higher on Monday, 9 February, reversing early session losses as a fresh security advisory from the United States reignited concerns over supply security in the Middle East.



Harga minyak bumi global ditutup menguat pada Senin, 9 Februari, membalikkan pelemahan di awal sesi setelah imbauan keamanan terbaru dari Amerika Serikat kembali memicu kekhawatiran terhadap keamanan pasokan di Timur Tengah. Pergerakan ini mendorong masuknya premi risiko geopolitik dengan cepat, menutupi optimisme sementara terkait jalur diplomatik antara Washington dan Teheran.

Kontrak future Brent ditutup naik $0,99 atau 1,5% menjadi $69,04 per barel.

Minyak bumi WTI ditutup naik $0,81 atau 1,3% menjadi $64,36 per barel.

Reli itu dipicu buletin dari Administrasi Maritim Departemen Transportasi AS, yang mengimbau kapal berbendera AS untuk “menjauh sejauh mungkin” dari perairan teritorial Iran saat melintasi Selat Hormuz dan Teluk Oman. Lembaga itu mengikuti risiko historis pembajakan atau pemeriksaan kapal yang termasuk insiden terjadi baru-baru ini pada 3 Februari serta menyarankan kapal mendekati pantai Oman. Peringatan resmi ini menegaskan rapuhnya arsitektur keamanan kawasan, sekaligus mengingatkan para pelaku pasar hampir seperlima konsumsi minyak global melewati jalur sempit krusial ini.

Pelaku pasar mencatat pergerakan harga saat ini masih terlepas dari mekanisme penawaran dan permintaan tradisional, dan lebih didorong sensitivitas terhadap berita utama. Para analis mengamati perdagangan waktu pendek kemungkinan akan ditentukan “ada dan tidak adanya risiko” alih-alih faktor fundamental. Perubahan arah bullish ini menghapus pelemahan lalu yang disebabkan laporan mengenai pembicaraan positif antara diplomat AS dan Iran, sekaligus menyoroti kegelisahan pasar setelah Menteri Luar Negeri Iran mengancam akan menyerang pangkalan AS jika diprovokasi.

 

Written by: Aiman Haikal